July 30, 2021 By mresvubih.net 0

Jadwal Kontrol Kandungan Ibu Hamil yang Perlu Diketahui Sejak Dini

Jadwal Kontrol Kandungan Ibu Hamil yang Perlu Diketahui Sejak Dini

Selama mengandung, umumnya ibu hamil dapat mampir ke obgyn atau dokter kadar berkisar 9 sampai 10 kali pertemuan sampai hari perkiraan lahir.

Namun, sepenuhnya dapat kemabali kembali pada suasana tiap-tiap ibu hamil dan janin.

Pada suasana kehamilan yang berisiko tinggi, biasanya, obgyn dapat memberi saran pemeriksaan fetomaternal untuk mendeteksi kelainan genetic dini, kelainan kromosom, problem pembentukan organ, sampai deteksi keguguran.

Bagi Mama yang baru pertama kali hamil, maka perlu sekali untuk menyadari kapan pas yang pas untuk mengontrol suasana kadar dan juga apa saja yang perlu dilakukan sejak era persiapan kehamilan.

1. Minggu ke-8 supaya anak dan ibu sehat
Pada minggu ini Mama dapat merasa mengecek detak jantung janin.

Jangan was-was jika degup jantung yang tidak terdengar di masa-masa ini, karena prosesnya dapat memakan pas selama 12 minggu untuk dapat mendengar segala tipe suara didalam rahim bersama jelas.

USG kandungan, atau sonogram, adalah metode yang paling akurat dan kerap digunakan oleh dokter/bidan untuk memeriksa detak jantung bayi.

Jika Mama belum/tidak meniti USG di era ini, maka Mama mungkin dapat mendengar detak jantung pertama si buah hati melalui fetal doppler pada kunjungan prenatal teratur Mama.

Dokter atau bidan mungkin dapat mendeteksi detak jantung bayi manfaatkan doppler sedini 10 minggu umur kehamilan, tapi lebih kerap terdengar di minggu ke-12.

Fetal doppler adalah alat ultrasound versi mini yang dapat digenggam fungsi menemukan detak jantung bayi. Dokter atau bidan dapat melapisi perut Mama bersama bersama ultrasound gel dan menjalankan batangan doppler di kurang lebih permukaan perut sampai ia menemukan daerah di mana detak jantung dapat terdeteksi.

Doppler mengirim dan terima gelombang suara yang memantul dari jantung bayi mama. Dengan langkah ini, fetal doppler menyebabkan detak jantung bayi “menggema” memadai keras untuk dapat ikut mendengarnya klinik usg di bekasi .

Kapan tepatnya Mama dapat mendengar detak jantung pertama si Kecil dapat sangat bergantung pada ukuran tubuh Mama pas hamil, posisi rahim, wilayah bayi, dan keakuratan umur kehamilan Mama.

Banyak perempuan yang menjelaskan bahwa detak jantung bayi mereka pertama kali terdengar layaknya keriuhan sekawanan kuda berderap kencang.

Denyut jantung bayi berkisar 120-160 denyut per menit, jika detak jantung yang sebenarnya bayi berada di luar rentang tersebut, dapat jadi bayi mama memiliki masalah jantung.

2. Minggu ke-12
Pada minggu ke-12, Mama dapat laksanakan screening down syndrome pada janin untuk mendeteksi adanya gejala down syndrome pada bayi.

Pada dasarnya, semua ibu hamil berpotensi memiliki bayi bersama down syndrome, tapi kemungkinannya jadi lebih besar jika ibu hamil berikut berusia lebih tua.

American College of Obstetricians plus Gynecologist memberi saran semua ibu hamil laksanakan tes CVS ini, tidak pikirkan berapa umur Mama.
Ada dua tipe tes yang dapat Mama laksanakan yaitu tes skrining dan tes diagnostik.

Tes skrining cuma menambahkan gambaran seberapa besar risiko bayi mengalami down syndrome.

Sedangkan tes diagnostik yang disebut Chorionic Villus Sampling (CVS) dapat menambahkan hasil yang tentu apakah janin berikut mengalami down syndrome.

Tes skrining cuma memerlukan sampel darah dari ibu hamil, sedangkan USG dilakukan cuma jika diperlukan. Tes diagnostik CVS dilakukan bersama langkah menyita sedikit sel plasenta selanjutnya mengirimnya ke laboraturium.

Untuk tes skrining, tersedia empat tipe tes yang dapat dilakukan sejak trimester pertama. Untuk tes CVS dapat dilakukan sejak dini, kebanyakan dikala umur kadar 13 minggu.

3. Minggu ke-16
Normalnya, pada tahap kehamilan di minggu ke-16, dokter telah dapat memilih tipe kelamin bayi. Posisi bayi pas di USG jadi faktor paling perlu didalam menyadari tipe kelamin bayi.

Untuk beberapa alasan, tipe kelamin lebih enteng dicermati jika janin merupakan bayi laki-laki.

Salah satu metode yang dapat diandalkan adalah manfaatkan amniocentesis, tes untuk menyadari kromosom bayi bersama memeriksa cairan ketuban.

Pemeriksaan ini kebanyakan dilakukan pada ibu hamil berusia 35 th. ke atas untuk menemukan apakah tersedia kelainan genetik pada bayi.

Dokter dapat memasukkan jarum ke didalam rahim untuk menyita sedikit cairan ketuban. Tes ini kebanyakan dilakukan pada umur kehamilan 16 minggu, sehingga ibu hamil dapat menyadari tipe kelamin bayi lebih cepat.

4. Minggu ke-22
Pada minggu ke-22 Mama telah dapat laksanakan USG 4 dimensi.

Teknologi USG 4D telah lebih maju dari teknologi USG 2D, atau 3D sebelumnya. Ia dapat mendeteksi secara lebih akurat jika terjadi kelainan pada janin. Bedanya, teknologi terakhir ini dapat merekam gerakan-gerakan janin, layaknya menendang atau memukul.

Bahkan tipikal wajah janin dapat keluar jelas, lengkap bersama lekuk dan pipinya. Dengan laksanakan USG 4 dimensi, kelainan jantung mayor, bibir sumbing, organ dalam, ketebalan leher lebih dari 2,5 mm, apalagi tipe kelamin bayi telah dapat diketahui pada umur ini.

USG ke dua pada trimester ke dua umur kehamilan 21-22 minggu, untuk menyaksikan detil jantung, kelainan jantung, jantung bocor dan sebagainya. Jika umur bayi lebih besar dari itu, tulang telah terbentuk sehingga jendela untuk memeriksa jantung tidak seterang pada umur 22 minggu.

5. Minggu ke-28
Pemeriksaan tekanan darah dan berat badan Mama untuk memantau gejala eklampsia dapat merasa dilakukan dikala Mama memasuki minggu ke-28.

Selama era kehamilan, Mama sebaiknya laksanakan check up teratur ke dokter kandungan. Dokter dapat memeriksa tekanan darah ibu hamil pada pas check up teratur untuk menyaksikan adanya mungkin terjadinya pre-eclampsia.

Gangguan pre-eclampsia adalah problem yang ditandai tingginya tekanan darah dan ditemukannya protein didalam urin ibu hamil. Fungsi plasenta yang tidak normal disebut-sebut sebagai penyebab problem ini.

Pre-eclampsia juga dapat mengganggu perkembangan janin karena pengaruhi suplai nutrisi dan oksigen bagi janin apalagi tambah besar dampak bayi lahir prematur.

Pre-eclampsia yang tidak ditangani bersama benar dapat menyebabkan komplikasi lain, layaknya eclampsia dan sindrom HELLP.